

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen(foto:Karel)
Kapolresta: Tak Ada Personel Gunakan Senjata Api
JAYAPURA – Jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih menyampaikan kecaman keras atas tindakan represif aparat kepolisian saat membubarkan aksi demonstrasi peringatan New York Agreement di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8).
Lembaga kemahasiswaan Uncen menilai tindakan aparat pengamanan gabungan dalam membubarkan massa aksi yang dimotori oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), BEM Uncen, dan MPM Uncen dilakukan secara tidak proporsional, brutal, serta mengabaikan prinsip-prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM).
Aksi pembubaran massa tersebut diwarnai penggunaan tindakan keras oleh petugas di lapangan, mulai dari pemukulan, pelepasan tembakan gas air mata beruntun, penyemprotan air bertekanan tinggi dari kendaraan taktis water cannon, hingga penggunaan peluru karet.
Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan mahasiswa. Salah satu korban yang mengalami luka paling serius adalah Wakil Ketua BEM Uncen, Frengky Kabak. Korban mengalami luka di bagian betis yang diduga kuat akibat terkena tembakan saat bentrokan pecah di lapangan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi…
Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III melalui program Guskamla Peduli “Aku Cinta Laut” menggelar Bhakti…
Rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program pembinaan bagi warga yang terjerat kebiasaan mengonsumsi minuman keras…
"Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua Selatan…
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan Informasi tersebut berkaitan dengan potensi…
Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah…