Categories: METROPOLIS

Pemuda Mamta-Tabi Harus Jaga Identitas Adat

JAYAPURA – Pesatnya arus modernisasi dan keterbukaan informasi di era digital membawa dampak ganda bagi kehidupan masyarakat, tak terkecuali generasi muda di tanah Papua. Fenomena pergeseran nilai budaya dan pudarnya kebanggaan terhadap identitas lokal kini menjadi perhatian serius para pemuda di wilayah adat Mamta-Tabi.

  Kondisi ini paling terasa pada kawasan pesisir seperti Kota Jayapura, tempat generasi muda kian terasing dari akar tradisinya di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

  Kepada Cenderawasih Pos, ​Pimpinan Pleno Pemuda Adat Mamta-Tabi, Yulianus Dwaa, tidak memungkiri bahwa pesatnya arus teknologi dan dinamika globalisasi menjadi tantangan besar yang dihadapi oleh anak-anak muda hari ini.

  Menurutnya, penetrasi media sosial dan budaya luar berpotensi melunturkan pemahaman mereka terhadap warisan leluhur jika tidak dibentengi dengan pendidikan karakter berbasis adat. Oleh karena itu, ia mendorong para orang tua dan pemangku adat untuk bersatu memprakarsai sebuah gerakan edukasi budaya berbasis komunitas, yaitu gerakan kembali ke kampung halaman.

   “Dinamika global ini kan kita tidak bisa pungkiri. Kondisi perkembangan IPTEK ini atau IT ini kan sangat mempengaruhi kehidupan generasi penerus kita. Tapi yang mungkin paling penting hari ini kami para orang tua dan generasi ini bicara itu adalah kita harus kembali ke kampung,” ujar Yulianus Dwaa di Abepura, Selasa (15/9).

   Jelasnya, ​gerakan kembali ke kampung bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan penanaman kembali pola-pola pembinaan tradisional yang terbukti efektif membentuk tatanan sosial di masa lalu.

   Yulianus menekankan bahwa jauh sebelum tatanan hukum formal masuk dan diterapkan oleh pemerintah, masyarakat adat Papua telah memiliki norma serta sistem nilai universal yang mengatur kehidupan bermasyarakat secara harmonis, seperti larangan mencuri, larangan mengambil hak orang lain, hingga kewajiban menjaga tatanan alam dan tanah ulayat.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

4 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

4 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

5 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

5 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

6 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

6 hours ago