

Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok
JAYAPURA – Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura terus mengintensifkan upaya penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras).
Langkah tegas namun humanis ini diambil sebagai bentuk respon cepat kepolisian dalam meminimalisir potensi tindak kriminal serta memberikan rasa aman bagi warga di wilayah hukum Abepura.
Kepada Cenderawasih Pos, Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok, menegaskan bahwa tindakan pencegahan menjadi fokus utama jajarannya dalam memutus potensi kejahatan jalanan. Personel Polsek Abepura secara berkala menyisir berbagai titik rawan berkumpulnya masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerawanan.
“Untuk orang mabuk ini, biasa yang kami lakukan adalah patroli di seluruh wilayah Abepura dan membubarkan warga atau orang-orang yang duduk dan minum-minum untuk mencegah hal-hal lain akibat mabuk,” ungkap Kompol Paulus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9).
Selain melakukan pencegahan melalui pemantauan dan pembubaran kerumunan, pihak kepolisian juga sigap menindaklanjuti laporan atau aduan dari masyarakat yang resah akan perilaku oknum dalam pengaruh alkohol.
Warga yang kedapatan mabuk di tempat umum maupun yang dilaporkan membuat kegaduhan akan langsung dievakuasi ke Mapolsek Abepura. “Kemudian jika ditemukan warga yang mabuk, atau aduan oleh masyarakat terkait gangguan orang mabuk, langsung kami amankan di Polsek Abepura sampai sadar, kemudian dinasihati dan dipulangkan. Karena yang mabuk ini banyak anak-anak muda,” jelas Kapolsek.
Proses pengamanan ini dilakukan hingga dampak alkohol hilang sepenuhnya dari tubuh yang bersangkutan. Sebelum diizinkan kembali ke rumah masing-masing, para pemuda tersebut mendapatkan pembinaan dan imbauan Kamtibmas agar tidak lagi mengulangi perbuatannya yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Terkait konsumsi miras di kalangan remaja dan pemuda Abepura, Kompol Paulus membeberkan bahwa sebagian besar dari mereka mengonsumsi minuman keras jenis oplosan. Faktor harga yang relatif murah dan mudah diracik menjadi alasan utama minuman berbahaya ini banyak digandrungi, meskipun ada pula sebagian yang mendapatkan miras dari toko-toko berizin.
“Untuk jenis minuman yang dikonsumsi adalah minuman-minuman oplosan karena murah. Sebagian lagi membeli di toko-toko minuman,” tambahnya.
Polsek Abepura mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak muda di luar rumah saat malam hari. Pihak kepolisian juga membuka ruang komunikasi serta aduan seluas-luasnya bagi warga yang menemukan adanya kerumunan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan bersama di wilayah Abepura. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…