Categories: METROPOLIS

Perlu Lebih Detail, Mana yang Digratiskan dan Mana yang Harus Dibayar

Respon Kepala Sekolah Soal Kebijakan Walikota Untuk Bebaskan Biaya Pendaftaran 

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di awali kepemimpinannya ini mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan biaya pendaftaran murid baru, terutam di sekolah neger di semua jenjang pendidikan.  Lantas bagaimana tanggapan kepala sekolah terhadap kebijakan baru itu.

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

Secara umum seluruh kepala sekolah di Kota Jayapura sudah pasti mendukung penuh kebijakan walikota Jayapura terkait dengan bebas biaya pendaftaran  siswa-siswi baru, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang akan mendaftar pada tahun ajaran baru mendatang.

   Meski begitu, kebijakan ini masih menjadi tanda tanya, apakah memang hanya biaya pendaftaran masuk sekolah yang digratiskan, ataukah pada item-item kebutuhan pribadi murid lainnya juga digratiskan, seperti uang seragam, atribut sekolah,  buku dan lainnya.

   Memang di satu sisi sekolah-sekolah negeri maupun swasta sudah mendapatkan alokasi anggaran dana BOS. Tapi bantuan dana BOS itu sudah pasti dimanfaatkan sesuai dengan   petunjuk teknis tersendiri dan tidak boleh digunakan di luar dari ketentuan itu.

   Begitu juga dengan kebijakan Pemkot Jayapura yang memberikan BOS daerah untuk siswa-siswi kurang mampu, tetapi pada kenyataannya paling tinggi hanya 50% siswa dari setiap sekolah itu yang menggunakan dana itu untuk kepentingan pendidikan sesuai dengan peruntukannya.

   Lantas bagaimana cara sekolah menyikapi kebijakan itu di tengah kebutuhan keuangan sekolah untuk mendukung penyelenggaran kegiatan pendidikan yang berkualitas?

Kepala SMKN 8 Kota Jayapura, Feronika Munthe (Mboik/Cepos)

  Kepala SMKN 8 Kota Jayapura, Feronika Munthe yang ditemui Cenderawasih pos, mengaku  selama ini memang tidak pernah memunggut apapun dari orang tua, kecuali untuk atribut dan seragam sekolah kebutuhan anaknya..

   Menurutnya,  sejak  SMKN 8 Kota Jayapura berdiri, sekolah itu memang tidak memberlakukan biaya pendaftaran masuk bagi siswa-siswi barunya. Sekolah itu memang mengandalkan dana BOS sebagai sumber keuangan mereka. Hanya saja masih dianggap kurang. Apalagi SMK yang menerapkan sistem pendidikan full praktek.

    “Kami di SMK Negeri 8 tidak pernah memungut apapun  dari orang tua, kecuali untuk pembelian atribut dan seragam sekolah. Kemudian MPLS itu dipungut 100 ribu, karena mereka harus makan di sekolah,”ujar Feronika Munthe, Selasa (15/4).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kosmetik Ilegal Hingga Dapur MBG Jadi Sorotan BPOM

  Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…

8 hours ago

Kelebihan Penyaluran Dana Kampung Dikembalikan Sesuai Aturan

  Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…

9 hours ago

Pertahankan Juara Umum, Wali Kota Apresiasi Kafilah MTQ Kota Jayapura

   Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…

9 hours ago

Tuntas Jalankan Tugas, 900 Personel Satgas Pamtas RI -PNG Dikembalikan

Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY  Kupang menggunakan KRI…

10 hours ago

Gaji Mulai Rp47 Juta Hingga Rp110 Juta, Harusnya Diikuti Tanggung Jawab Etis dan Moral

  Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…

11 hours ago

Andri Siap Tebus “Hutang”

Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…

12 hours ago