

Ketua MRP Papua Nerlince Wamuar Rollo didampingi Kadis Pertanian dan Holtikultura Pemprov Papua Semuel Siriwa saat memberikan keterangan terkait MBG di Kotaraja, Senin (14/4). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Nerlince Wamuar Rollo mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan membuka lahan sebanyak enam hektar di Wilayah Koya Distrik Muara Tami untuk mendukung program Makan Bergizi Geratis (MBG).
Hal itu diungkapkan oleh Nerlince saat menghadiri acara peluncuran MBG di SDN dan Inpres Kotaraja pada, Senin (15/4). “Bulan depan kami akan buka lahan enam hektar di Koya,” kata Nerlince kepada wartawan.
Akan tetapi Nerlince sampaikan bahwa, jika nantinya bahan makanan itu telah dihasilan oleh kelompok tani yang ada di lahan tersebut, pertanyaannya akan dijual kemana. Karena itu ia meminta pemerintah provinsi Papua untuk memperjelas terkait dengan itu agar masyarakat tahu akan kemana setelah hasil taninya dipanen. “Perjelas begitu supaya masyarakat tahu,” tandasnya.
Hal itu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak sekolah di Papua dengan memastikan mereka mendapatkan asupan makanan sehat sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, terkait masih adanya pihak yang tidak mendukung dan menolak adanya program MBG tersebut, menurut Nerlince, halnya bisa terjadi karena kurang pencerahan.
Menurutnya penolakan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut merupakan hal yang wajar, tetapi dengan berjalannya waktu mereka ini nantinya akan tetap mendukung.
“Biasa barang yang baru itu pasti ada yang menolak, ada yang menerima itu hal yang bisa, tetap berjalannya waktu mereka mungkin lihat dampak dari perogram MBG ini pasti mereka akan mendukung,” ujarnya.
Karena itu, Nerlince juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
“Kami juga sangat berharap peran aktif orang tua dalam memberikan pemahaman yang baik kepada anak-anak mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh oknum atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingan pribadi dan menjadikan anak-anak sebagai korban,” tegasnya.
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…