Menurutnya, program MBG di Papua dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di wilayah Papua, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Di tempat yang sama, Kadis Pertanian dan Holtikultura Pemprov Papua, S Siriwa mengatakan bahwa kedepan masyarakat perlu memanfaatkan pekarangan. Menurutnya pekarangan di sekitar rumah sangat penting dalam mendukung MBG dari segi pendestribusian sayur-sayuran dan ternak, terutama telur ayam.
“Lahan kita di Papua sangat luas, bagaimana kita memanfaatkan lahan-lahan ini untuk bermanfaat, jadi seluruh bahan baku kebutuhan MBG ini kita ambil secara lokal. Kita berharap tidak datang dari luar,” kata S Siriwa kepada wartawan, Senin (14/4).
Tak hanya itu, Kepala Dinas itu juga berharap dana-dana di tingkat kampung dapat dimanfaatkan untuk perkaranhan agar pemutaran ekonomi di tingkat kampung setabil dan masyarakatnya sejatra. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…