Abisai menuturkan, sebelum Injil masuk Skouw, pada awalnya masyarakat juga belum memahami tentang baptisan. Bahkan, masyarakat enggan menyerahkan anak-anak mereka untuk dibaptis.
Namun, Ondoafi kemudian memberikan contoh dengan membaptiskan dua anaknya, masing-masing laki-laki dan perempuan. Keduanya menjadi bagian dari orang-orang pertama yang menerima baptisan di wilayah tersebut. “Sejak saat itu, Pekabaran Injil terus berkembang di Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo dan Skouw Sae hingga memasuki usia 112 tahun,” jelas Abisai.
Ia berharap peringatan 112 tahun Pekabaran Injil tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan antarkampung dan memperkuat kehidupan iman masyarakat.
“Kalau di kampung mana melakukan kegiatan seperti ini, kita semua datang untuk memberikan ucapan selamat. Ini menunjukkan bahwa kita hidup bersama sebagai saudara,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…