

Salah satu pesawat cargo yang menurunkan barang-barang di Bandara Wamena. Foto ini diambil beberapa waktu lalu. (dok/cepos)
WAMENA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Wamena memastikan intensitas kabut asap yang menyelimuti kawasan Pegunungan Tengah, khususnya Kabupaten Jayawijaya, dilaporkan mulai berkurang secara berkala.
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta faktor cuaca lokal sempat menekan jarak pandang (visibility) di kawasan lembah. Hal tersebut memaksa sejumlah maskapai penyeberangan penumpang maupun kargo untuk menunda jadwal penerbangan demi keselamatan penerbangan.
”Saat ini kabut asap mulai berkurang dan jarak pandang di area runway kini telah melampaui ambang batas aman operasional penerbangan instrumen dan visual, hal ini sudah kita laporkan beberapa waktu lalu ke pihak bandara,”ungkapnya Sabtu (19/9) di Wamena.
Menurutnya, jarak pandang sudah jauh lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Penerbangan penumpang maupun kargo dari Jayapura menuju Wamena dan sebaliknya sudah mulai mendarat serta lepas landas sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sementara itu Manager Trigana Air Service Michael Biduri menyatakan, beberapa minggu kemarin memang sempat pelayanan penerbangan Trigana Air Service cargo maupun komersil dan beberapa maskapai penerbangan yang sempat tertahan karena adanya kabut asap, namun saat ini mulai berkurang sehingga penerbangan juga mulai mengurai penumpukan penumpang dan barang kiriman.
“Sektor kargo udara yang menjadi urat nadi pasokan logistik dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di wilayah Pegunungan Papua diprioritaskan untuk mengejar keterlambatan pengiriman selama penundaan penerbangan paca kabut asap di Wamena,” bebernya
Meskipun aktivitas penerbangan telah berangsur normal, pihaknya masih terus melihat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wamena kepada pihak aviasi untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali kabut atau fenomena cuaca ekstrem pada pagi hari, mengingat karakteristik geografis Lembah Baliem yang mudah terperangkap kabut tebal. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…