

Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, meminta kepada sembilan kepala daerah di Papua agar fokus pada tiga utama pencegahan korupsi
JAYAPURA – Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni mengungkapkan hingga 12 Juli 2025 terdapat 369 koperasi merah putih telah berbadan hukum dari total 999 kampung yang ada di sembilan kabupaten/kota.
“Dari total 999 kampung di Provinsi Papua baru 25 persen koperasi yang telah memenuhi kelengkapan dokumen hukum dan resmi berbadan hukum, untuk itu saya minta seluruh kepala daerah mengawal pembentukan tersebut,” kata Agus di Jayapura, Minggu, (13/7).
Menurut Agus, oleh sebab itu perlu dilakukan percepatan pembentukan koperasi secara administratif karena hal tersebut berkaitan langsung dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih, bukan sekadar program administratif, melainkan sarana peningkatan kesejahteraan warga kampung,” ujarnya.
Dia menjelaskan, guna mempercepat proses tersebut, Pemerintah Provinsi Papua bersama pemerintah pusat telah membentuk posko percepatan di sejumlah wilayah.
Selain itu, kepala dinas koperasi di tiap daerah diberikan surat kuasa untuk bekerja sama langsung dengan notaris dalam mengurus dokumen legal koperasi, guna mengatasi tantangan mobilitas masyarakat dari kampung-kampung terpencil.
“Dengan surat kuasa itu saya minta kepala dinas koperasi bisa mewakili masyarakat dalam pengurusan ke notaris. Ini bertujuan mempercepat proses tanpa mengurangi keabsahan hukum,”katanya lagi.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…