Categories: METROPOLIS

Satresnarkoba Petakan Wilayah Rawan Narkotika

JAYAPURA-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota terus berupaya memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Untuk tahun 2025 ini, pihak kepolisian telah memetakan wilayah-wilayah yang diduga menjadi pusat transaksi narkotika guna meningkatkan efektivitas pemberantasan.

   Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febri Falentino Pardede, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.

“Kami sudah petakan wilayah-wilayah yang menjadi pusat peredaran narkoba, sehingga sekarang akan terus lakukan hunting secara masif,” ujarnya, Kamis (13/2).

   Menurut AKP Febri, saat ini transaksi narkotika di Jayapura lebih sering terjadi melalui jalur darat dibandingkan jalur laut. Namun, pihaknya tetap melakukan pengetatan pengawasan di kedua jalur dengan menggandeng berbagai pihak untuk patroli rutin.

  “Jalur darat kita pantau masih tinggi. Seperti baru-baru ini di Holtekamp, kami menangkap seorang pelaku yang siap mengedarkan ganja. Ini menjadi catatan agar ke depannya bisa lebih diantisipasi,” jelasnya.

  Pada tahun 2024, transaksi narkoba dari Jayapura ke luar daerah, khususnya ke Manokwari, cukup tinggi. Sebagian besar, barang haram ini dikirim melalui jalur laut. Dari berbagai pengungkapan kasus, mayoritas pelaku yang ditangkap masih berusia produktif dan merupakan pengguna aktif.

   Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengungkapan kasus narkotika adalah sulitnya mengidentifikasi pelaku. Banyak dari mereka berasal dari daerah pinggiran yang tidak memiliki kartu identitas seperti KTP.

   “Banyak warga kita, seperti di daerah perbatasan, yang masih belum memiliki KTP. Kadang kala, untuk pengembangan kasus, kami terkendala. Namun, ini tidak membuat kami menyerah karena narkoba adalah masalah serius yang harus ditangani dengan kerja keras,” tegas AKP Febri.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

21 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

22 hours ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

2 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

2 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago