

Tampak situasi pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura di Kotaraja, Kamis (13/2).
JAYAPURA – Belakangan ini, beredar informasi yang menyebut bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya perawatan untuk 144 jenis penyakit. Kabar ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang mengandalkan layanan jaminan kesehatan ini untuk berbagai kebutuhan medis mereka.
Namun, apakah isu ini benar? BPJS Kesehatan pun menanggapi kabar tersebut melakukan konfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (13/2). Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jayapura, Hernawan Priyastomo menegaskan bahwa informasi tentang 144 penyakit yang tidak ditanggung adalah tidak benar atau berita hoaks.
“Informasi tersebut tidak benar, BPJS Kesehatan juga sudah memberikan klasifikasi disemua platform media sosial,” ujar Hernawan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Menurut Hernawan, sesuai juknis Kemenkes, 144 diagnosis tersebut justru bisa ditangani Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, klinik, dokter praktik mandiri.
“Regulasi ini bukan berarti tidak bisa digunakan di rumah sakit, itu bisa saja berlaku dengan dua syarat. Pertama harus ada rujukan dari Fotocopy KTP dan yang kedua dalam kondisi darurat,” ungkapnya.
Hernawan berharap masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan agar tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Jika ada informasi seperti ini, masyarakat perlu cek langsung ke kami bisa datang langsung ke Kantor bisa juga lewat sejumlah platform media sosial,” tuturnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…