

Plt. Asisten III Setda Papua, Johana A Rumbiak didampingi pejabat Pemprov Papua lainnya saat meninjau tenant UMKM dalam kegiatan Border Trade Fair di Netral Zone RI-PNG Skouw, Kamis (12/12).(foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Sebanyak 70 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari kedua negara (RI-PNG) dilibatkan dalam kegiatan Border Trade Fair yang digelar di Netral Zone RI-PNG Skouw, Kamis (12/12).
Border Trade Fair RI-PNG merupakan kali ketiga yang digelar Pemerintah Provinsi Papua. Sebelumnya kegiatan serupa digelar pada 2017 dan 2023 di lokasi yang sama.
Plt. Asisten III Setda Papua, Johana A Rumbiak mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara. “Kegiatan ini diharapkan mendorong perbatasan sebagai pintu gerbang di kawasan Pasifik dan Oceania, sekaligus mengangkat hasil-hasil UMKM dan para pelaku usaha dari kedua negara,” kata Johana kepada wartawan.
Menurut Johana, Border Trade Fair RI-PNG sekaligus mempromosikan produk unggulan para UMKM dan sektor industri yang berasal dari masyarakat kedua negara. Selain itu, mempererat hubungan persahabatan masyarakat dua negara melalui people to people contact.
Ia pun berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun hubungan kerja sama dalam bidang investasi dan perdagangan secara modern dan terbuka bagi kedua negara. “Namun saya berharap dengan kegiatan Border Trade Fair selain peningkatan ekonomi di kawasan perbatasan, juga memberi kontribusi kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Hal lain yang sangat penting adalah dengan membuka konektifitas perhubungan baik darat, laut maupun udara seperti membuka jalur penerbangan langsung Jayapura-Port Moresby Jayapura-Mount Hagen dan wilayah lainnya serta jalur laut Jayapura-Vanimo di wilayah Utara, Merauke-Daru di wilayah Selatan.
Sementara itu, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Mathilda Pusung menilai animo warga kedua negara meningkat dalam event yang digelar selama tiga hari (12-14/12) ini. Sebab jumlah pengunjung meningkat 10 kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Event tahun lalu itu jumlah pengunjungnya mencapai 12 ribu. Tahun ini pasti lebih karena kita promosi informasi melalui media massa dan media sosial,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bea Cukai Jayapura, Aldetus Lolok mengatakan melalui event ini diharapkan ke depan banyak perjanjian transaksi antara pelaku usaha dari kedua negara di wilayah perbatasan.
“Dengan begitu ada ekspor impor yang akan berjalan antara kedua negara. Bea Cukai memfasilitasi ekspor impor juga supaya semakin meningkat di perbatasan, tentu muaranya meningkatnya ekonomi masyarakat di perbatasan,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…