

Tentara PNG yang mengawasi warga dari PNG yang datang untuk memanfaatkan Border Trade Fair RI-PNG untuk berjualan, Kamis (12/12). (Foto/Elfira) Tentara PNG yang mengawasi warga dari PNG yang datang untuk memanfaatkan Border Trade Fair RI-PNG untuk berjualan, Kamis (12/12). (Foto/Elfira)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berharap melalui kegiatan Border Trade Fair Rl-PNG yang dilaksanakan selama tiga hari dapat meningkatkan promosi hasil produk UMKM serta peningkatan hubungan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Kawasan Perbatasan Kadin Papua Jacleana Walintina Joku mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah yang terus menggelar Border Trade Fair Rl-PNG.
“Ini kegiatan kedua di mana sebelumnya pemerintah pernah menyelenggarakan namun karena Covid-19 maka terhenti sehingga baru mulai kembali pada 2023 lalu dan kini,” katanya.
Menurut Jacleana, melalui kegiatan ini juga Kadin berharap agar para pelaku usaha di Papua bisa berani berbisnis ke wilayah pasifik karena peluang ke negara tetangga ini masih terbuka lebar.
“Kami harapkan ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih besar dan melibatkan pengusaha karena ini peluang untuk bisa berdagang ke PNG atau ke negara-negara pasifik lainnya,” ujarnya. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Barang bukti ganja yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan personel Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota…
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Papua berharap pemerintah daerah terus mempermudah…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan pendataan tersebut dilakukan melalui Dinas…
Kapolres mengatakan, sertijab tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk…
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban, yakni berupa beras, mi instan,…
Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…