

Perluasan cetak lahan sawah di Kota Jayapura yang sudah mulai ditanami padi, Kamis (19/2). Secara keseluruhan Pemprov menargetkan 30 ribu hektar sawah baru di Papua. (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah disesuaikan melalui addendum kontrak, progres pekerjaan konstruksi hingga kini baru mencapai sekitar 16-17 persen.
Capaian tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Sebab, program yang mulai dikerjakan sejak awal Agustus 2026 itu telah memasuki pertengahan masa kontrak. Pada tahapan tersebut, progres pekerjaan idealnya sudah berada di atas 50 persen.
Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian melakukan evaluasi untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi hambatan yang terjadi di lapangan.
Direktur Jenderal LIP Kementerian Pertanian, Hermanto mengatakan, evaluasi mencakup progres fisik, administrasi hingga persoalan teknis dan sosial yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
“Evaluasi mencakup progres fisik, tata kelola administrasi, serta berbagai kendala di lapangan, baik teknis maupun sosial,” kata Hermanto dalam Rakornas Evaluasi dan Addendum Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2026 se-Tanah Papua, Sabtu (5/9).
Secara nasional, program cetak sawah tahun ini menargetkan sekitar 126.000 hektare. Papua menjadi salah satu wilayah dengan target terbesar. Namun setelah dilakukan addendum, target Papua disesuaikan dari sekitar 61.000 hektare menjadi sekitar 15.000 hektare.
Persoalan utama yang ditemukan berada pada keterbatasan alat berat. Ketersediaan peralatan tersebut bahkan disebut belum mencapai separuh dari komitmen yang tercantum dalam kontrak.
“Keterlambatan terjadi di hampir seluruh lokasi, dengan faktor utama keterbatasan alat berat yang tidak mencapai 50 persen dari komitmen kontrak, serta adanya kerusakan alat,” ujar Hermanto.
Page: 1 2
Menanggapi dinamika tersebut, Pakar Ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen),…
Dari tangan tersangka, petugas menyita 110 bungkus plastik bening berisi ganja yang dikemas dalam…
Pihak BEM Uncen mengklaim mengantongi rekam medis RSUD Abepura yang menunjukkan keterangan "post luka…
Wali Kota secara khusus meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) segera mendata warga…
Donasi dikumpulkan dari ASN yang berada di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan…
Selain persoalan pangan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait beasiswa, proposal bantuan, serta rehabilitasi rumah.…