Dia mengatakan 10 hotel yang sudah dinyatakan bangkrut ini disebabkan karena beberapa hal. Tapi yang paling berpengaruh itu akibat dari adanya daerah otonomi baru. Sehingga banyak sekali kegiatan-kegiatan baik dari pemerintah pusat maupun dari beberapa daerah yang saat ini sudah menjadi daerah otonomi baru itu dilaksanakan di provinsinya masing-masing.
“Karena itu tingkat okupansi Hotel juga berkurang, sehingga beberapa hotel ini ditutup,” ungkapnya.
Tahun ini, pihaknya menargetkan penerimaan dari sektor Hotel sebesar Rp 20 miliar, sampai saat ini realisasinya sudah menjumpai 49,16%, kurang lebih Rp 10 miliar dan masih ada sisa Rp 10 miliar yang harus dikejar.
“Yang tutup ini hotel-hotel kecil saja, yang memang mereka tutup karena tidak bisa bersaing, karena dia juga harus membayar gaji karyawan, harus bayar listrik,” ujarnya.
Sementara di Kota Jayapura untuk pemasukan hotel ini lebih besar bergantung pada ivent-invent dilaksanakan oleh pemerintah. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dalam arahannya, Bupati Frans Mote menegaskan bahwa pembangunan 10 unit rumah ini tersebar di beberapa…
Dalam arahannya, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi bukan sekadar…
Wakil Mentri PUPR Diana Kusumastuti saat melakukan kunjungan kerja melihat lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua…
Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya…
Namun, KPAI juga menekankan pentingnya strategi lanjutan agar kebijakan ini tidak mengabaikan hak anak atas…
Apresiasi penghargaan pemerintah daerah terbaik itu disampaikan atau diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direkturat Jenderal…