Menanggapi itu Kepala Sekolah SDN Inpres Yoka Betty Taime mengatakan bahwa atas kejadian tersebut waktu kegiatan belajar mengajar para siswa terpaksa dihentikan. Ia berharap pemerintah Kota Jayapura dan dinas terkait segera turun tangan untuk mencari solusi agar proses pendidikan tidak terus terganggu.
“Kami berharap permasalahan ini cepat selesai. Karena pada bulan lalu kami mau mendapatkan ruangan belajar baru dan lainnya selalu kendala dengan masalah tanah. Karena belum ada kompensasi untuk pemilik tanah,” kata Betty kepada Cenderawasih.
Untuk itu, ia berharap Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan diharapkan dapat memfasilitasi dialog antara pemilik hak ulayat dan pihak terkait guna menyelesaikan persoalan lahan tersebut secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.
Alhasil setelah dilakukan diskusi bersama dengan pihak pemilik Ulayat pemalang yang terjadi di kedua sekolah tersebut kembali dibuka oleh masyarakat adat secara damai.(jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…