Menanggapi itu Kepala Sekolah SDN Inpres Yoka Betty Taime mengatakan bahwa atas kejadian tersebut waktu kegiatan belajar mengajar para siswa terpaksa dihentikan. Ia berharap pemerintah Kota Jayapura dan dinas terkait segera turun tangan untuk mencari solusi agar proses pendidikan tidak terus terganggu.
“Kami berharap permasalahan ini cepat selesai. Karena pada bulan lalu kami mau mendapatkan ruangan belajar baru dan lainnya selalu kendala dengan masalah tanah. Karena belum ada kompensasi untuk pemilik tanah,” kata Betty kepada Cenderawasih.
Untuk itu, ia berharap Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan diharapkan dapat memfasilitasi dialog antara pemilik hak ulayat dan pihak terkait guna menyelesaikan persoalan lahan tersebut secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.
Alhasil setelah dilakukan diskusi bersama dengan pihak pemilik Ulayat pemalang yang terjadi di kedua sekolah tersebut kembali dibuka oleh masyarakat adat secara damai.(jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Abisai, ASN merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Bobby Johanis Enos Awi,…
"Terkait dengan kondisi korban yang ditemukan dapat dikenali oleh pihak keluarga korban. Bukti fisik yang…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pentingnya disiplin bagi para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka…
Diduga jembatan yang menghungkan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori patah akibat dilintasi truk yang…
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Pegunungan Noak Tabo S.IP, M.KP…