Menanggapi itu Kepala Sekolah SDN Inpres Yoka Betty Taime mengatakan bahwa atas kejadian tersebut waktu kegiatan belajar mengajar para siswa terpaksa dihentikan. Ia berharap pemerintah Kota Jayapura dan dinas terkait segera turun tangan untuk mencari solusi agar proses pendidikan tidak terus terganggu.
“Kami berharap permasalahan ini cepat selesai. Karena pada bulan lalu kami mau mendapatkan ruangan belajar baru dan lainnya selalu kendala dengan masalah tanah. Karena belum ada kompensasi untuk pemilik tanah,” kata Betty kepada Cenderawasih.
Untuk itu, ia berharap Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan diharapkan dapat memfasilitasi dialog antara pemilik hak ulayat dan pihak terkait guna menyelesaikan persoalan lahan tersebut secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.
Alhasil setelah dilakukan diskusi bersama dengan pihak pemilik Ulayat pemalang yang terjadi di kedua sekolah tersebut kembali dibuka oleh masyarakat adat secara damai.(jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…
Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…
Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba,…
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menunjukan sikap…
Petugas membuntuti TN sejak dari pos penyekatan di wilayah Kwamki Narama sebelum akhirnya menyergap pelaku…
Tuntutan para pendemo tersebut sama dengan aksi demo sebelumnya yang menolak Program Strategis Nasional serta…