Categories: METROPOLIS

Sistem Rujukan Tidak Boleh Persulit Pasien

JAYAPURA–Berbagai persoalan terkait sistem rujukan pasien di Papua masih kerap terjadi. Salah satu penyebab utamanya adalah belum optimalnya pemahaman masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan, terhadap mekanisme rujukan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menanggapi hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Jayapura memberikan penjelasan kepada masyarakat agar semakin memahami alur sistem rujukan pelayanan kesehatan JKN. Pemahaman yang baik dinilai penting agar peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan medis.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menjelaskan bahwa pelayanan JKN menerapkan sistem berjenjang. Peserta wajib mengakses layanan kesehatan pertama kali melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan yang terdaftar dalam kartu JKN.

“Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan, barulah dilakukan rujukan ke rumah sakit sesuai indikasi medis,” jelas Hernawan, Senin (12/1).

Ia menegaskan, sistem rujukan berjenjang bukan untuk mempersulit peserta, melainkan untuk memastikan pasien ditangani di fasilitas kesehatan yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

“Kasus ringan cukup ditangani di FKTP, sedangkan kasus yang memerlukan layanan spesialistik akan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Hernawan menambahkan, rujukan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari rumah sakit kelas D, C, B hingga A. Sistem ini penting agar rumah sakit rujukan dengan layanan subspesialistik dan peralatan medis canggih dapat fokus menangani kasus-kasus berat.

“Bayangkan jika rumah sakit kelas A dipenuhi pasien dengan keluhan ringan seperti batuk dan pilek, tentu pelayanan tidak akan optimal,” katanya.

Selain itu, FKTP memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai sarana pelayanan promotif dan preventif. Dengan penguatan layanan di FKTP, kondisi kesehatan peserta dapat dikendalikan sejak dini sehingga rujukan yang tidak diperlukan dapat ditekan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

17 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

18 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

18 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

19 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

19 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

20 hours ago