

Anggota DPR Papua Komisi IV, Albert Merauje. (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA–Fraksi Partai Nasdem DPR Papua melontarkan kritik tajam dalam Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) Non-APBD.
Nasdem memperingatkan Pemerintah Provinsi Papua agar produk hukum yang dihasilkan tidak hanya pajang melainkan harus memiliki dampak dalam melindungi hak-hak Orang Asli Papua (OAP).
Wakil Ketua Fraksi NasDem, Albert Meraudje, menegaskan bahwa semangat Otonomi Khusus (Otsus) harus mendarah daging dalam setiap pasal regulasi yang digodok. Ia menyoroti beberapa poin krusial, mulai dari kedaulatan pangan hingga tata kelola birokrasi yang dianggap masih perlu perbaikan fundamental.
Salah satu poin paling kritis yang disoroti adalah Raperdasi Penyelenggaraan Cadangan Pangan. Nasdem menilai pemerintah daerah seringkali terjebak pada pola pikir nasional yang bergantung pada beras.
“Papua punya identitas. Cadangan pangan kita harus berbasis pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian. Ini bukan hanya soal perut, tapi soal kedaulatan dan harga diri bangsa Papua. Regulasi ini harus menjamin keterjangkauan hingga ke pelosok dan responsif saat keadaan darurat, bukan sekadar hitung-hitungan angka di atas meja,” tegas Alberth saat membaca pandangan umum Fraksi Nasdem di DPRP, Kamis (8/1)
Page: 1 2
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk…
AKP Rian menegaskan bahwa puluhan orang yang ditahan setelah terlibat dalam beberapa tindakan kriminal. Dari…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menjelaskan bahwa saat ini tim terpadu atau Garnisun terus…
Ia menambahkan, pada awal bulan lalu Pemkot Jayapura juga telah menyalurkan enam unit kendaraan dinas…
Agus Salim dan Sa’di berangkat dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi menggunakan satu unit perahu…
Kepala DKP Papua Iman Djuniawal, mengatakan selama ini sebagian besar hasil tangkapan ikan di Wilayah…