

Jalan utama Pasar Youtefa yang kini sudah dicor, agar tidak becek saat hujan. Untuk menjaga ketertiban di pasar tradisional, diharapkan ke depan semua pasar dijaga ketat oleh Satpol PP Kota Jayapura. (foto:Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Sekretaris Komisi C, Ismail Bepa mengaku pihaknya memang cukup lama tidak meninjau penataan pasar tradisional, sehingga tidak heran jika kondisi semrawut di pasar tradisional kembali terjadi.
Menurutnya, masalah penataan pasar ini memang tidak dapat diselesaikan hanya melalui imbauan, ataupun tindakan berupa penertiban yang sifatnya tidak masif. Akan tetapi langkah konkrit yang perlu dilakukan pemerintah mesti menyiapkan petugas keamanan di setiap pasar tradisional yang ada di Kota Jayapura.
Hal itupun telah diusulkan, baik melalui sidang APBD Perubahan yang baru-baru ini diselenggarakan di DPRD Kota Jayapura, tapi juga Komisi A telah melaksanakan rapat kerja dengan OPD terkait di lantai 3 DPRD Kota Jayapura.
Dari rapat tersebut pihaknya mengusulkan agar Pemerintah dalam hal ini Disperindagkop menyiapkan anggaran khusus untuk pengamanan di setiap pasar tradisional.
“Kalau menurut pengakuan Disperindagkop dan beberapa OPD terkait, rencana tahun 2025 mereka sudah anggarkan untuk pengamanan di setiap pasar,” kata Ismail, di ruang kerjanya Selasa (10/9) kemarin
Penganggaran ini kata dia semula dianggarkan pada APBD Perubahan tahun 2024, namun oleh pemerintah direncanakan akan masuk pada APBd induk tahun 2025 mendatang. “Semoga saja ini berjalan, kami sifatnya menyetujui jika OPD terkait membutuhkan anggaran untuk pengamanan, karena memang itu penting,” tuturnya.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…