Untuk hal teknis nantinya akan dibahas pada sidang APBD induk, di akhir tahun 2024, pihaknya mengharapkan pengamanan ini tidak hanya sekedar pelengap, tapi betul betul betul memberikan efek atau dampak dalam hal menyelesaikan masalah pengolahan pasar tradisional. “Karena sumber PAD kita cukup besar pendapatannya dari retribusi pasar,” ujarnya.
Terlepas dari pada itu, ia mengimbau kepada pedagang di setiap pasar khususnya yang ada di pasar Otonom, untuk mematuhi aturan yang ada. Sehingga tidak merugikan orang lain termasuk sesama pedangan itu sendiri.
Sebab pengelolahan lasar telah diatur secara baik melalui erda yang ada. Didalamnyapun jelas mengatur terkait penataan pasar. Hal inipun tidak memberikan kerugian bagi siapapun yang ingin berjualan dipasar karena porsi terkait dengan penyediaan tempat maupun fasilitas pengunjung telah diatur secara baik.
Hanya saja pelaksanaan selama ini masih banyak pedagang naka yang memilih instan. “Kita menilai sikap pedagang ini sudah di luar nalar, karena meski ditertibkan tapi masih saja berulah, dalam waktu dekat kami juga kaan turun keaoangan untuk memantau,” tegasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…