

Anthon Raharusun bersama tim PH Sekda Non Aktif Kabupaten Keerom Triwanda Indra saat jumpa pers dengan awak media usai mendengar putusan praperadilan di PN Jayapura. (foto: Karel/Cepos)
JAYAPURA – Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia Kota Jayapura, Anthon Raharusun menilai, anggaran pemungutan suara ulang (PSU) senilai Rp 189 miliar bakal menganggu tugas-tugas penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Papua.
“Tidak hanya itu, ada potensi pelayanan terhadap masyarakat dan pelayanan publik bakal terganggu. Bahkan, masyarakat tak bisa merasakan akses pembangunan,” kata Anthon Raharusun saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (9/3).
Anthon menilai anggaran Rp 189 miliar merupakan nilai yang fantastis di PSU Pilkada Gubernur Papua. Untuk itu, Anthon meminta perlu dilakukan pengawasan yang ketat.
“Jangan sampai anggaran yang besar tidak menghasilkan proses demokrasi yang berjalan sebagaimana yang diharapkan rakyat,” tegasnya.
Menurutnya, anggaran sebesar itu selain harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, namun juga harus dipertanggungjawabkan ke publik. Jangan sampai anggaran sebesar itu tapi pelaksanaannya tidak berjalan efektif.
“Jika KPU meminta anggaran yang besar, maka harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar. Begitu juga dengan Bawaslu dan pihak keamanan,” ujarnya.
Ia juga meminta KPU bertanggung jawab terhadap kemunduran pelaksanaan Pilkada di Papua, sebab menurut Anthon, yang merusak tatanan demokrasi adalah KPU. “KPU harus bekerja baik, jangan bekerja seperti yang lalu-lalu dan bertanggung jawab terhadap uang rakyat yang digunakan untuk PSU,” imbuhnya.
Page: 1 2
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…