Selain soal teknis penerapan, Yuli juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis kepada masyarakat, khususnya pemilik lahan parkir yang belum masuk dalam sistem QRIS. “Perlu ada langkah-langkah dialogis. Dinas harus duduk bersama para pemilik lahan, menjelaskan tujuan dan manfaat pengelolaan retribusi ini supaya mereka merasa dilibatkan dan dihargai,” jelasnya.
Ia berharap Dishub dapat terus memperluas implementasi sistem pembayaran parkir digital ini sambil tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat, terutama pelaku parkir di lapangan. “Kolaborasi dengan masyarakat itu penting. Kalau langkah ini dilakukan dengan bijak, bukan hanya PAD yang meningkat, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin kuat,” pungkasnya.
Dishub juga diminta melakukan sistem jemput bola untuk merangkul para juru parkir liar.
“Para jukir liar ini harus kita datangi, kasih penjelasan dan pemahaman, saya yakin mereka mau dilibatkan sebagai mitra Pemkot khususnya dalam pengelolaan parkir,” tambahnya. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…