Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan pembangunan rumah sakit vertikal Papua. Di mana instalasi pengelolaan limbahnya belum jelas, bahkan itu sudah dipertanyakan oleh masyarakat setempat.
“Kami juga pernah mempertanyakan pengelolaan limbahnya seperti apa, tapi mereka bilang sabar dulu. Mungkin dong tanam ke dalam tanah kah?,”katanya lagi.
Dia menegaskan kehadiran bangunan rumah sakit vertikal itu merupakan bentuk ketidakpedulian pemerintah terhadap aturan. Pemerintah sendiri telah melanggar aturan bahwa daerah itu merupakan daerah resapan yang tidak boleh dibangun apapun termasuk fasilitas umum apalagi rumah sakit.
“Ini daerah resapan mulai dari Organda, dulu waktu belum ada bangunan-bangunan seperti sekarang ini daerah ini tidak pernah terjadi banjir seperti ini. Kemudian saat ini juga Penanganan pada saat kejadian itu menurut kami hanya asal-asalan. Karena mereka akan mengeruk pada saat terjadinya banjir, kenapa sebelum banjir kamu tidak keruk,” ujarnya.(roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa dunia memang tengah menghadapi ancaman…
Kenaikan ini terjadi sehari setelah harga sempat turun pada Rabu (25/3/2026), menyusul laporan bahwa Trump…
Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (29/3), lebih dari 3.200 aksi direncanakan di seluruh 50 negara…
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan, Kementerian ESDM terus…
Dewan Komisaris Bank Papua, Yorgemes Derek Hegemur, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan kinerja bank…
Ketinggian air juga lumayan dimana mencapai betis orang dewasa dan merata. Dari kondisi itu setidaknya…