Categories: SENTANI

Atasi Kesulitan  Transportasi di SMA N 1 Demta, Bantu 1 Unit Kendaraan

SENTANI – Kesulitan akses transportasi yang dialami oleh ratusan siswa/i di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Demta saat hendak pergi dan pulang sekolah akhirnya teratasi dengan adanya bantuan kendaraan antar jemput dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pendidikan.

  Kendaraan tersebut diserahkan secara langsung oleh Pj. Bupati Jayapura, Ir. Semuel Siriwa, M.Si kepada pihak sekolah melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ronald Yaroserai di sela-sela pelaksanaan Apel Pemerintah Kabupaten Jayapura, di Gunung Merah Sentani.

  Pj. Bupati Kabupaten Jayapura,  Samuel Siriwa mengatakan, bantuan kendaraan pengangkut anak-anak sekolah tersebut merupakan wujud dari perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia di daerah ini.

  Selain itu, melalui bantuan kendaraan dapat menjawab pergumulan dari para siswa/i tetapi juga pihak sekolah yang mendambahkan kemudahan akses transportasi, sehingga berdampak terhadap lancarnya proses belajar-mengajar di SMA N 1 Demta.

  “Kendaraan ini peruntukannya untuk anak-anak kita yang memang sekolahnya hanya satu dan jangkauan anak-anak kita ini cukup jauh. Selain itu, kendaraan ini juga di desain khusus untuk antar-jemput siswa/i,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, dalam rilisnya, Selasa (4/2) kemarin.

  Lanjutnya,  dengan adanya kendaraan ini bisa mendisiplinkan waktu masuk dan pulang sekolah dari siswa-siswi SMA N 1 Demta. “Kita berharap supaya ada kedisplinan waktu belajar setelah adanya bantuan kendaraan ini,” terangnya.

  Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ronald Yaroserai menjelaskan, bahwa sumber pembiayaan yang di gunakan oleh pihaknya untuk pengadaan kendaraan tersebut adalah sepenuhnya bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2024 dari DPA Dinas Pendidikan.

  “Bantuan kendaraan ini meman di peruntukan bagi SMA N 1 Demta hanya saja dalam keberadaannya kendaraan ini menjadi assetnya Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura,” uangkap Ronald.

  Lebih lanjut ia menjelaskan, karena kendaraan tersebut menjadi asset Dinas Pendidikan maka, segala kebutuhan kendaraan baik upah sopir, biaya BBM, perawatan semuanya di bebankan pada DAP Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.

  Lanjutnya, besaran biaya yang digunakan untuk pengadaan kendaraan tersebut, adalah sebesar 7 ratus juta lebih. Tentunya jumlah itu kesannya sangat besar, sebab kendaraan tersebut di desain sesuai dengan kebutuhan.

  Sementara itu, Plh. Kepala Sekolah SMA N 1 Demta, Yahya Wangguwai menyampaikan terima kasih dan apresisi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang mana melalui Dinas Pendidikan boleh membantu pihgaknya dengan sebuha kendaraan antar jemput siswa/i.

“Tentunya kami akan menggunakan kendaraan ini sebaik mungkin dan sesuai peruntukannya. Kami juga merasa sangat terbantu dengan adanya kendaraan ini karena waktu masuk dan pulang sekolah bisa kami disiplinkan sebagimana harapan dari bapak Pj. Bupati Jayapura,” tandasnya. (ana)

Juna Cepos

Recent Posts

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

2 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

3 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

4 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

5 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

6 hours ago

Empat WNA asal China Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Nabire

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…

13 hours ago