

Pelaku MV saat diperiksa di ruang penyidikan Mapolsek Abepura, Minggu (2/11) malam. (Foto/Humas Polresta)
JAYAPURA-Pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Papua New Guinea (PNG) bernama Luis, akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Pelaku berinisial MV itu menyerahkan diri ke Mapolsek Abepura pada Minggu malam (2/11) sekira pukul 21.40 WIT, setelah sebelumnya sempat melarikan diri pascakejadian yang menewaskan korban di depan Masjid As-Sholihin, Jalan Gerilyawan, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura.
“MV, oleh warga sekitar tempat tinggalnya, semalam diantar ke Polsek untuk serahkan diri dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya hingga mengakibatkan korban Luis meninggal dunia,” ujar Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen, Senin (3/11).
Menurut Kapolresta Fredrickus, setelah diserahkan, pelaku langsung diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan awal oleh penyidik. “Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Abepura dan sedang dimintai keterangan lebih lanjut terkait perannya dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, dari hasil penyelidikan awal, MV diketahui residivis yang baru saja bebas dari Lapas Abepura. Ia menjalani hukuman atas kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dan divonis hakim kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan. Sedangkan pelaku EM juga merupakan seorang residivis atas kasus pembunuhan kemudian divonis oleh hakim hukuman penjara selama enam tahun, bebas tahun 2019 lalu.
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…
Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat…
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Jacleana Joku berharap pengusaha di Papua memanfaatkan peluang…
-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…