Selain membuka loket khusus, DLHK juga menyiapkan program jemput bola serta layanan digital untuk memudahkan warga yang kesulitan datang langsung. Program ini disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar retribusi secara rutin.
Menurut Jece, target retribusi sampah rumah tangga tahun 2025 sebesar Rp5 miliar, namun hingga kini realisasinya baru sekitar Rp500 juta. Rendahnya capaian ini disebabkan kesadaran masyarakat yang masih rendah serta keterbatasan armada pengangkut sampah.
“Kita sadar pelayanan belum maksimal. Masyarakat berharap setelah mereka membayar, petugas kebersihan bisa menjemput sampah hingga ke rumah. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menyiapkan mobil pick up dan motor sampah agar layanan bisa menjangkau hingga ke lorong-lorong,” ungkap Jace.
DLHK berharap, dengan gerakan panutan dari ASN, diikuti dengan perbaikan layanan dan armada, partisipasi warga dalam membayar retribusi sampah dapat meningkat sehingga pengelolaan sampah di Kota Jayapura berjalan lebih baik dan berkelanjutan.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…