Categories: FEATURES

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Melihat Upaya Ditjenpas Papua Mendorong Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Inklusif

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Papua, tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan, tapi juga ikut menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Salah satunya dengan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif bagi pelajar

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi bertema “Memanusiakan Anak di Ambang Hukum” melalui konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) di SMK Negeri 8 Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Jayapura, Kamis (7/5). Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk menanamkan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjauhi bullying, diskriminasi, rasisme, serta berbagai bentuk kekerasan yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Papua, Bambang Hendra Setyawan mewakili Kepala Kanwil, mengatakan sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak untuk bertumbuh, belajar, dan memperbaiki diri, bukan tempat yang justru melahirkan stigma maupun penghakiman.
Menurutnya, anak yang berhadapan dengan hukum tetap memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan kesempatan kedua melalui pendekatan yang lebih manusiawi.

“Anak adalah generasi penerus bangsa. Ketika mereka melakukan kesalahan, pendekatan yang harus dikedepankan bukan semata penghukuman, tetapi pembinaan, pendidikan, dan pemulihan melalui restorative justice,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, dalam perspektif pemasyarakatan, keberhasilan pembinaan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh negara, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mencegah anak terjerumus dalam perilaku negatif akibat pengaruh lingkungan, kurangnya pengawasan, maupun penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

3 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

9 hours ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

10 hours ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

11 hours ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

12 hours ago

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

13 hours ago