

Jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta jiwa berdasarkan hasil Survei penduduk tahun 2025. Tampak sejumlah warga antre untuk mendapatkan BLT di Abepura beberapa waktu lalu. (foto:Dok/Cepos)
JAYAPURA- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta jiwa berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025. Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Papua Emi Puspitarini, mengatakan berdasarkan hasil Supas juga komposisi penduduk usia produktif 15–64 tahun mencapai 62,96 persen. Sementara rasio ketergantungan berada di angka 58,83, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 58 hingga 59 penduduk usia nonproduktif.
“Dengan komposisi ini menunjukkan Papua mulai memasuki fase bonus demografi, meskipun masih dalam tahap transisi,” katanya di Jayapura, Rabu.
Menurut Emi, tingkat fertilitas di Papua masih tergolong tinggi dengan angka kelahiran total (TFR) sebesar 2,57 atau di atas tingkat penggantian (replacement level) sebesar 2,10.
“Selain itu, angka kematian bayi (IMR) tercatat sebesar 27,07 per 1.000 kelahiran hidup, yang mencerminkan masih perlunya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Dia menjelaskan BPS juga mencatat bahwa Papua bukan menjadi daerah tujuan migrasi, ditunjukkan dengan angka migrasi risen neto yang bernilai negatif sebesar -1,95. “Artinya jumlah penduduk yang keluar lebih besar dibandingkan yang masuk dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.
Dia menjelaskan dari sisi struktur usia, penduduk muda masih mendominasi dengan kelompok Post Generasi Z sebesar 27,44 persen, disusul generasi milenial sebesar 25,40 persen.
“Sementara itu, persentase penduduk lanjut usia di Papua mencapai 7,98 persen, masih di bawah ambang batas menuju fase aging population sebesar 10 persen,” katanya.
Dia menambahkan, hasil Supas 2025 menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan kependudukan, terutama dalam memanfaatkan peluang bonus demografi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Data ini diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…