Dalam sosialisasi tersebut, para siswa juga diajak memahami prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak, mulai dari non-diskriminasi, penghormatan terhadap hak anak, perlindungan tumbuh kembang, hingga terciptanya lingkungan belajar yang aman dan damai.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi refleksi, ice breaking, dan studi kasus terkait penanganan siswa yang berhadapan dengan hukum. Para murid diajak untuk membangun empati terhadap teman yang melakukan kesalahan agar dapat berubah menjadi lebih baik, bukan dijauhi atau dihakimi.
Kepala SMK Negeri 8 TIK Jayapura, Yoseph C. Srem, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan edukasi positif dalam membangun budaya sekolah yang harmonis dan bebas dari kekerasan. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Papua berharap SMK Negeri 8 TIK Jayapura dapat menjadi percontohan Sekolah Ramah Anak sekaligus pelopor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan penuh energi positif.
Sekolah juga diharapkan mampu menegaskan komitmen bahwa tidak boleh ada ruang bagi bullying, rasisme, maupun segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan anggaran daerah,…
Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, melakukan silaturahmi kepada Gubernur…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…