Categories: METROPOLIS

Belum Mundur dari ASN, Kecuali Sudah Ada Rekomendasi Parpol

JAYAPURA-Ada beberapa nama pejabat di lingkungan Pemkot Jayapura yang dikabarkan bakal maju mencalonkan diri dalam pesta demokrasi pemilihan Walikota Jayapura 2024 ini. Sebagaimana ketentuan kepegawaian,  bagi aparatur sipil negara yang terlibat dalam kegiatan politik harus mengundurkan diri dari ASN termasuk dari jabatan tambahan yang diembannya.

   Menanggapi hal itu, Penjabat  Walikota Jayapura, Frans Pekey, yang juga diisukan sudah siap maju dalam bursa pencalonan Walikota Jayapura 2024 itu mengungkapkan, pengunduran diri itu memang harus dilakukan oleh ASN, namun bukan berarti harus dilakukan saat ini.

   “Semua itu kan ada aturan, yang jelas ASN yang akan maju dan ditetapkan sebagai calon. Ini belum calon, baru mengambil formulir, baru daftar-daftar. Ibaratnya laki-laki yang sedang melamar seorang gadis, diterima atau tidaknya kan belum tentu, belum pasti. Karena itu saya pikir untuk saat ini tidak, memang diminta bersedia untuk mundur dari ASN” kata Frans Pekey, Senin (29/4).

   Dia mengakui ada ketentuan mengenai pengunduran diri seorang ASN apabila maju dalam pesta demokrasi atau terlibat dalam kegiatan politik. Namun sekali lagi, dia menegaskan bukan saatnya sekarang. Apabila sudah ada penetapan  bakal calon dan sudah mendapatkan rekomendasi dari partai politik atau partai pengusung, maka di saat itulah seorang ASN harus mengundurkan diri.

   “Saat penetapan resmi oleh KPU, barulah mundur dari PNS yang calonnya dari PNS. Jadi sebenarnya aturannya semua sudah jelas. Tinggal diikuti saja” ungkapnya.

   Sebagaimana diketahui di Kota Jayapura sendiri ada dua pejabat yang diisukan sudah mengambil formulir untuk pendaftaran bakal calon walikota Jayapura, yaitu Frans Pekey yang saat ini menjabat sebagai Pj. Walikota Jayapura dan Robert Awi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Jayapura.

   Keduanya pun belum menyatakan pengunduran diri dari ASN karena masih mengikuti tahapan dan mekanisme untuk memastikan diri mereka mendapatkan rekomendasi atau dukungan dari partai politik atau secara resmi sudah ditetapkan dari KPU Kota Jayapura. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago