

Penyerahan berkas perkara oleh personel Unit Reskrim Polsek Mimika Timur kepada Kejaksaan Negeri Mimika. (Foto: Istimewa).
MIMIKA – Kasus tindak pidana perlindungan konsumen dalam hal ini pengungkapan kasus peredaran minuman keras lokal jenis sopi dengan tersangka berinisial MO di Kampung Poumako, yang ditangani Kepolisian Sektor Mimika Timur (Polsek Miktim) kini naik tahap I.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona dalam keterangan resminya, Rabu (28/1/2026) membenarkan hal tersebut.
Iptu Hempy menyampaikan, proses tahap I yakni pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan ini berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026. Penyerahan berkas kata Iptu Hempy diterima langsung oleh Piket Staf Kejaksaan Negeri Mimika dan berlangsung aman hingga selesai.
“Polsek Mimika Timur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum terhadap peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, serta kesehatan masyarakat di wilayah kacamata Mimika Timur,” kata Iptu Hempy.
Adapun perkara ini ditangani di Polsek Miktim berdasarkan Laporan Polisi : LP/A/01/I/2026/SPKT.Reskrim/Sek Miktim/Polres Mimika/Polda Papua Tengah, tanggal 01 Januari 2026.
Sebelumnya diberitakan bahwa Polsek Mimika Timur berhasil mengungkap peredaran minuman keras jenis sopi di wilayah Kampung Poumako pada 1 Januari 2026.
Adapun pengungkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Unit Reskrim, Unit Intel, dan Unit Provos Polsek Mimika Timur di sekitar depan SD dan SMP Satu Atap Pomako. Saat itu, MO (35) pun akhirnya dibekuk polisi.
Penangkapan terhadap MO berawal dari informasi terkait aktivitas pelaku yang diduga mengambil miras dari kota Timika untuk diedarkan kembali di wilayah Pomako.
Setelah dilakukan pemantauan, tim langsung bergerak ke rumah pelaku dan melakukan penggeledahan hingga akhirnya menemukan barang bukti sopi yang disimpan di dalam rumah.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua induk mencapai sekitar…
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…