Categories: MIMIKA

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Tidak Ada Lagi Patah Panah, Serahkan Langsung ke Polisi untuk Dimusnahkan

MIMIKA —  Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menemui langsung dua kelompok masyarakat yang terlibat konflik sosial berdarah di Distrik Kwamki Narama, yakni kubu Noap Dang dan Newegalen, Sabtu (5/9).

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara permanen. Dalam peninjauan lapangan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong, Kabag Ops AKP Hari Katang, Kasat Samapta Iptu Fransiskus Tethool, serta jajaran personel pengamanan gabungan.

Rombongan terlebih dahulu menyambangi kubu Noap Dang untuk berdialog dengan pimpinan perang (Waimum) dan para tokoh adat.

Waimum kelompok Dang, Timo Wamang, menyatakan kesiapan pihak keluarga korban untuk mengakhiri perselisihan menyusul penyekatan ketat oleh aparat keamanan di akses masuk Kwamki Narama. “Kita siap ikuti dari pihak korban dan sekarang mereka sudah siap perdamaian, kita siap laksanakan semua,” kata Timo Wamang.

Usai mendengar komitmen kubu Dang, Kapolres bersama rombongan berjalan kaki menuju titik kumpul kelompok Newegalen.  Di hadapan petugas, Waimum kelompok Newegalen, Weni Kiwak, mengonfirmasi kesiapan pihaknya menghentikan pertikaian jika kubu lawan memiliki iktikad serupa. “Jadi Noap bilang aman, di sini berarti tidak ada perang lagi,” ujar Weni.

Merespons sinyal positif dari kedua kelompok, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menetapkan satu syarat mutlak yang wajib dipenuhi, yakni penyerahan seluruh senjata tradisional kepada aparat keamanan untuk dimusnahkan.

Alredo menolak tradisi simbolis patah panah yang dinilai kerap gagal menjamin berhentinya konflik jangka panjang.

“Tidak ada lagi patah panah, nanti ada masalah kamu perang lagi. Jadi semua, baik Dang maupun Newegalen, datang dan serahkan busur dan anak panah, parang, baru kita musnahkan semua,” ungkap Alredo tegas.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

17 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

17 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

18 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

18 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

19 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

19 hours ago