Categories: SENTANI

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Selama Pelaksanaan Even FDS XV

SENTANI- Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, didatangi sekitar 147 ribu pengunjung. Aktivitas ekonomi pun ikut bergerak, dengan perputaran uang di lokasi festival mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa event budaya tidak hanya menarik masyarakat untuk datang menikmati pertunjukan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan tingginya kunjungan menjadi gambaran besarnya potensi pariwisata di kawasan Danau Sentani. Selama FDS XV, masyarakat dan wisatawan menikmati berbagai atraksi budaya, seni, kuliner hingga produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Total sampai siang sampai malam ini, 147 ribu sekian yang hadir di tempat ini,” kata Yunus saat penutupan FDS XV di Khalkote, Sabtu (5/9)

Menurutnya, ramainya pengunjung memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Perputaran uang tersebut berasal dari berbagai transaksi selama festival, mulai dari kuliner, produk UMKM, kerajinan tangan hingga kebutuhan pengunjung.

“Peredaran uang yang terjadi sejak pra-event sampai tanggal 29, tanggal 3 dan terakhir hari ini tanggal 5, hampir Rp1,2 miliar lebih. Itu peredaran uang di lokasi Khalkote,” jelasnya.

Yunus menilai capaian tersebut cukup signifikan karena FDS XV dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Bagi pemerintah daerah, tingginya kunjungan dan aktivitas ekonomi menjadi bukti bahwa potensi wisata Danau Sentani masih sangat besar untuk dikembangkan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Lini Serang Persipura Sangat Menakutkan

Kelima pemain tersebut pernah meraih sepatu emas pada kompetisi berbeda. Boaz Solossa tiga kali didapuk…

5 hours ago

Pemalangan Tanah Dinilai Hambat Investasi

Menurut Wonda, keberadaan Bandara Sentani menjadi salah satu keunggulan Kabupaten Jayapura karena akses transportasi yang…

6 hours ago

Masyarakat Adat Harus Jadi Penentu Pembangunan Papua

Menurut Hengky, perubahan paradigma tersebut penting dilakukan seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang…

7 hours ago

Meski Curah Hujan Menurun, Risiko Banjir Bandang dan Longsor Tetap Membayangi

​Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengda Papua, Marcelino Yonas, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa fenomena…

8 hours ago

BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla

  "Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun. Saat ini…

9 hours ago

Operasional Maxim di Biak Legal, Siap Berdialog dengan Semua Pihak

Dalam pernyataan resminya, Maxim menjelaskan bahwa perusahaan merupakan penyedia layanan transportasi online, pemesanan, serta pengantaran…

10 hours ago