

Terlihat lampu lalulintas yang terpasang di Pertigaan Jalan Sosial, yang cukup berdekatan dengan Jln. Tabita, Rabu (25/2). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura, AKP Robertus Rengil, mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura dalam memasang traffic light di sejumlah titik di Kota Sentani. Namun, ia menegaskan pentingnya koordinasi sebelum pemasangan dilakukan.
Menurutnya, setiap pemasangan lampu lalu lintas harus melalui kajian dan survei terlebih dahulu untuk melihat dampaknya terhadap arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan.
“Kami beri apresiasi upaya Dishub yang telah memasang traffic light. Akan tetapi harus dikoordinasikan dulu, melihat dampaknya seperti apa dan apakah sudah ada survei sebelumnya,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar pemasangan tidak dilakukan tanpa perhitungan matang, karena dampaknya bisa berimbas pada tugas polisi lalu lintas di lapangan. “Jangan hanya pasang lampu, nanti dampaknya kepada kami yang berjaga di jalan malah mendapat protes dari masyarakat,” katanya.
Robertus menegaskan, koordinasi sangat penting agar keberadaan traffic light benar-benar bermanfaat dan bukan justru menimbulkan potensi kecelakaan atau menyulitkan pengguna jalan.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan, lanjutnya, antara lain kondisi jalan, pengaturan waktu lampu, serta jarak antar traffic light. Ia menyoroti lampu lalu lintas di Jalan Sosial dan Jalan Tabita yang dinilai terlalu berdekatan.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…