Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat angka kasus TB di Kabupaten Jayapura masih tinggi, sementara stigma terhadap penderita HIV masih kuat di masyarakat. Dengan adanya kader integrasi, masyarakat diharapkan lebih paham dan berani memeriksakan diri.
Sebagai tahap awal, program ini dijalankan oleh 30 kader integrasi yang tersebar di lima Puskesmas, termasuk di Genyem dan Nimbokrang. Jika evaluasi menunjukkan hasil yang baik, maka jumlah kader akan diperluas ke 22 Puskesmas se-Kabupaten Jayapura.
“Ini adalah upaya pemerintah untuk menekan kasus malaria sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TB dan HIV. Kader integrasi diharapkan menjadi jembatan informasi di lapangan, sehingga Puskesmas bisa lebih cepat melakukan skrining dan penanganan,” tambahnya.
Program ini menjadi langkah nyata Pemkab Jayapura dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat, sekaligus melawan stigma terhadap penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius di daerah tersebut.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit,…
Gubernur Apolo datang bersama Kepala Balai Binamarga Merauke, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan dan Jembatan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga dan melestarikan dusun…
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok…
Ia menambahkan kemistri tim baru terlihat pada paruh kedua kompetisi. Wilson juga menyoroti kebijakan transfer…
Rakor tersebut mengusung tema “Penguatan Penyediaan Data Orang Asli Papua Guna Mendukung Implementasi Undang-Undang (UU)…