Categories: SENTANI

Tak Kunjung Dibayar, Guru PAUD Demo di DPRK Jayapura

Plt Kepala Dinas Sebut Belum Dibayar Karena Kas Kosong

SENTANI – Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Jayapura menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPR Kabupaten Jayapura, Rabu (20/5), menuntut pembayaran insentif tahun 2025 yang hingga kini belum diterima.

Para guru yang tergabung dalam Forum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Jayapura itu, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah karena insentif sebesar Rp400 ribu/bulan yang dijanjikan dibayarkan pada Desember 2025 belum juga direalisasikan. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikleuw, mengatakan aspirasi para guru PAUD telah diterima langsung oleh Komisi C DPR Kabupaten Jayapura.

Guru-guru PAUD mendatangi DPRK Jayapura Kamis (21/5) untuk menuntut pembayaran insentif tahun 2025 yang hingga kini belum ada tanda-tanda dilakukam pembayaran (foto:Yohana/Cepos)

Menurut Amelia, keterlambatan pembayaran insentif bukan disebabkan oleh Dinas Pendidikan, melainkan karena kondisi kas daerah yang kosong pada saat proses pembayaran sehingga menjadi utang pemerintah daerah.

“Dinas Pendidikan sudah merencanakan pembayaran, tetapi pada saat pencairan kas kosong sehingga menjadi utang yang belum bisa dibayarkan pada awal tahun 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembayaran utang tersebut tidak dapat dibayarkan langsung pada Januari 2026, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat yang akan mengeluarkan surat penetapan utang Dinas Pendidikan.
Selain itu, proses pembayaran juga terkendala pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga pergeseran anggaran baru dapat dilakukan pada Mei 2026.

Amelia menyebutkan, dari total anggaran sekitar Rp7,2 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan, sebagian besar diprioritaskan untuk pembayaran utang, termasuk insentif guru PAUD.

“Pembayaran insentif bunda PAUD menjadi prioritas dan datanya sudah dimasukkan dalam daftar pembayaran utang tahun 2026,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

6 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

7 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

8 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

9 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

11 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

12 hours ago