Categories: SENTANI

Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi, 2026 Fokus Kelompok Rentan

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sepanjang tahun 2025.

Evaluasi ini menjadi dasar peningkatan kualitas pelaksanaan program pada tahun 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Rahman Basri, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan nasional yang menjadi hak seluruh anak Indonesia, termasuk di Papua.

“Program makan bergizi gratis ini adalah program Presiden dan merupakan hak anak-anak di seluruh Indonesia. Semua anak wajib mendapatkan makanan bergizi, dan seluruh SPPG serta mitra wajib memastikan makanan itu sampai kepada penerima manfaat,” ujar Abdul Rahman Basri, Kamis (8/12).

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 penerima manfaat MBG masih difokuskan pada peserta didik, mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Namun, pada tahun 2026 cakupan penerima manfaat akan diperluas kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita dan batita.

“Ke depan, sasaran MBG tidak hanya anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan. Oleh karena itu, kami berharap seluruh mitra dapat mendukung penuh agar program ini berjalan baik mulai dari persiapan, proses pengolahan di dapur, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat,” jelasnya.

Abdul Rahman menekankan pentingnya menjaga standar kualitas makanan agar tidak menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) atau permasalahan kesehatan lainnya. Standar tersebut, kata dia, telah disusun bersama para konsultan dan tenaga ahli gizi.

“Khusus menu seperti ikan dan bahan pangan lainnya harus sesuai standar. Kalau semua mitra mengikuti standar yang ditetapkan, saya yakin program ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi akan terlihat dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Warga Mulai Panik, Kabut Putih Masuk Kota Jayapura

Fenomena udara yang menyelimuti kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura belakangan ini dipastikan murni merupakan fenomena…

6 hours ago

Memaksakan Siswa Naik Kelas Bisa Jadi Bumerang Dikemudian Hari

PGRI menegaskan bahwa siswa yang kurang berupaya belajar, sering absen tanpa alasan jelas, serta belum…

7 hours ago

Ada Dua Warga Binaan yang Kabur

Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Hendrik, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan, jumlah penghuni lapas tercatat sebanyak…

9 hours ago

Motto “Hen Tecahi Yo Onomi T’Mar Ni Hanased” Alami Perubahan

Motto Hen Tecahi Yo Onomi T'mar Ni Hanased yang merupakan peninggalan Wali Kota Benhur Tomi…

10 hours ago

Jenazah Mayor Manfred Fatem Diminta Diserahkan ke Gereja

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, Manfred bersama pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya sebelumnya…

11 hours ago

Pemerintah Pakai Bantuan Cairan dari Brasil Tangani Karhutla

Dudung mengatakan dirinya dalam waktu dekat akan meninjau sejumlah wilayah terdampak karhutla, termasuk Sumatera Selatan,…

17 hours ago