Categories: BERITA UTAMA

Stama Ops Polri Soroti CCTV dan Minimnya Steward

Dari Hasil Evaluasi Pengamanan Persipura vs Adhyaksa FC,

SENTANI – Staf Utama Operasi (Stama Ops) menyoroti masalah CCTV dan minimnya petugas steward dalam laga Persipura Vs Adhyaksa yang berujung ricuh di Stadion Utama Lukas Enembe, Jumat (8/5) pekan kemarin.

Hal ini terungkap setelah Tim Mabes Polri ini melakukan kunjungan lokasi Stadion Lukas Enembe dan melakukan evaluasi pengamanan pertandingan, Selasa (12/5). Evaluasi tersebut dilaksanakan di Ruang Cyclop Polres Jayapura dan dipimpin langsung Karobinops Stamaops Polri Auliansyah Lubis bersama Penata Kebijakan Kapolri Utama Tk II Stamaops Polri Tri Atmodjo Marawasianto.

Suasana rapat bersama Stama Ops Polr, Panpel Persipura dan Polres Jayapura terkait evaluasi kerusuhan di Stadion Lukas Enembe, Selasa (12/5). Yohana/Cepos

Hadir pula Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Papua Sandi Sultan, Kapolres Jayapura Dionisius V.D.P Helan, pejabat operasional Polda Papua dan Polres Jayapura, panitia pelaksana Persipura Jayapura, serta Security Officer pertandingan.

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto mengatakan laga Persipura kontra Adhyaksa FC sejak awal telah dipetakan sebagai pertandingan dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan kesiapan pengamanan maksimal.

Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan di dalam stadion. “Steward memiliki peran penting dalam pengamanan internal stadion, sedangkan kepolisian melakukan pendampingan dan pengamanan sesuai prosedur,” ujarnya.

Selain jumlah steward yang terbatas, Stama Ops Polri juga menyoroti tidak berfungsinya CCTV stadion saat pertandingan berlangsung. Akibatnya, proses pemantauan situasi penonton dilakukan secara manual sehingga dinilai menjadi salah satu kendala dalam pengendalian massa usai pertandingan.

Pihak panitia pelaksana Persipura Jayapura dalam kesempatan tersebut mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pengamanan pertandingan. Panpel juga berharap sanksi yang nantinya diberikan tidak terlalu berat serta pertandingan musim depan tetap dapat dihadiri penonton.
Sementara itu, Kombes Pol. Sandi Sultan menegaskan pentingnya dukungan terhadap perkembangan olahraga di Papua, khususnya sepak bola, mengingat banyaknya potensi atlet muda Papua yang berbakat.

“Saya mengingatkan agar pihak panitia tidak menganggap sepele aspek pengamanan pertandingan dan terus meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian,” tambahnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jalan Pasar Lama Sentani Diperbaiki,  Kepadatan Kendaraan Tak Terelakkan

Sebelumnya, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyampaikan bahwa perbaikan drainase hingga jalan di kawasan Pasar Lama…

54 minutes ago

KPK-BPKP Bangun Sinergi Pengawasan Minimalkan Risiko Korupsi di Papua Tengah

Sinergi tersebut dibangun melalui Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Perencanaan dan Penganggaran (Pokir, Hibah, dan…

2 hours ago

Pesta Musik di Dekat Rumah Duka Picu Bentrokan Warga  di Mimika

Bentrokan yang melibatkan warga Gang Gaharu dan Gang Masbait ini dipicu oleh pertikaian akibat suara…

3 hours ago

Tiga Tersangka TPPO Terancam 15 Tahun Penjara

Perkara tersebut kini telah dilimpahkan Unit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri Sorong…

4 hours ago

Definisi OAP Tak Perlu Diintervensi Pemerintah Pusat

Majelis rakyat Papua Provinsi Papua Tengah melalui  Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua…

5 hours ago

Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke Masih Kekurangan Guru

Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke masih mengalami kekurangan tenaga guru untuk mendukung proses belajar mengajar…

6 hours ago