“Makan bergizi ini seperti menanam padi. Kita tanam hari ini, hasilnya bisa kita lihat di masa depan. Anak-anak yang mendapat gizi baik akan tumbuh dengan kemampuan berpikir, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap Abdul Rahman.
Ia menambahkan, evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program sesuai standar, terutama dalam pendistribusian di sekolah-sekolah agar makanan benar-benar sampai di atas meja belajar siswa.
Sementara itu, Kepala KPPG Jayapura, Djimmy Yomaiwi Douw, menjelaskan bahwa pihaknya juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang sebelumnya dikenal sebagai BKKBN, untuk menjangkau kelompok rentan.
“Kami bekerja sama agar distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita dan batita dapat berjalan optimal. Ini juga bagian dari upaya menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Djimmy optimistis target penurunan stunting hingga tahun 2030 dapat tercapai jika program ini berjalan konsisten. Ia menyebutkan bahwa Presiden telah menetapkan target besar bagi Tanah Papua, yakni 25.000 penerima manfaat hingga Agustus 2026.
“Berdasarkan perhitungan kami, target tersebut bisa tercapai melalui tiga jalur, yaitu jalur aglomerasi, jalur 3T, dan jalur khusus. Untuk wilayah 3T dan jalur khusus, pendanaannya langsung melalui APBN sehingga prosesnya lebih cepat,” jelasnya.
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…