“Parkir di area ini sudah tidak dipungut lagi sejak 30 September, karena pengelolaannya sudah dialihkan ke Angkasa Pura Suport. Dampaknya, penerimaan retribusi kami tentu berkurang, karena sebelumnya kami bisa dapat Rp 20 juta- Rp 30 juta per bulan,” jelasnya.
Meski begitu, Disperindag akan terus melakukan evaluasi setiap satu hingga dua bulan untuk menyesuaikan target retribusi dan kebijakan baru berbasis barcode yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Theopilus berharap penataan pasar dapat dilanjutkan pada tahun 2026, namun hal itu tetap bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Kalau anggarannya ada, kita mulai tahun depan. Tapi kalau belum ada, ya masuk di APBD 2026. Kita harus siap, apa pun kondisinya,” ujarnya. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bergerak mandiri secara swadaya dengan tim inti tiga orang dan dibantu enam relawan, mereka rajin…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…
“Coba tanya Mensesneg, tapi rasanya beliau kurban sendiri,” lanjutnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebanyak…
Menyambut musim Ibadah haji atau Hari Raya Iduladha, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesannya,…
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…