Categories: SENTANI

Warga Pertanyakan Bantuan Dana Korban Banjir Bandang

Sejumlah masyarakat yang merupakan korban banjir bandang melakukan aksi damai di Kantor Bupati Jayapura, Rabu,(3/3). Mereka mempertanyakan dana bantuan bencana banjir bandang yang terjadi 16 Maret 2019 lalu. ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sebanyak 20 orang perwakilan dari masyarakat korban banjir bandang yang terjadi di Sentani 16 Maret 2019 lalu, mendatangi Kantor Bupati Jayapura dan melakukan aksi demo damai, Rabu, (3/3). Aksi tersebut dilakukan oleh masyarakat untuk mempertanyakan alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang sampai saat ini belum merealisasikan bantuan pembangunan rumah bagi warga yang terkena dampak akibat bencana itu.

Koordinator aksi, Aris Kreuta menjelaskan, aksi itu semata-mata untuk mempertanyakan kepada Pemkab Jayapura terkait bantuan pembangunan terhadap rumah  yang rusak akibat bencana banjir bandang tahun 2019 lalu.

” Sudah 2 tahun lamanya, namun jelas kapan direalisasikan,” kata Aris Kreuta ketika dikonfirmasi wartawan usai pertemuan dengan Pemkab Jayapura di Kantor Bupati Jayapura, Rabu, (3/3) kemarin.

Pihaknya menilai, upaya dari pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan terhadap rumah korban akibat bencana itu belum terealisasi.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Jayapura,Timothius Demetouw mengakui, Pemkab Jayapura telah menerima kucuran dana kurang lebih Rp 200 miliar untuk niaya rehabilitasi rumah korban banjir bandang tahun 2019 itu.

“Untuk penggunaan dana ini kan melalui proses, salah satunya bagaimana menyusun proses perencanaan,”ujarnya.

Menurutnya, ada dua kegiatan penanganan pasca bencana di Kabupaten Jayapura yakni perbaikan jalan dan jembatan serta air bersih. Kemudian yang kedua terkait perumahan. 

” Untuk kategori rusak berat dibantu Rp 50 juta,  rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10juta,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jayapura, Clief Ohee menilai, pemerintah terlalu lambat dalam penanganan korban bencana banjir bandang tersebut.

Pemkab harus terbuka, kenapa terlambat menangani para korban banjir ini, kapan rehabilitasi itu dilakukan. Ini yang harus segera dijawab dan diselesaikan oleh pemerintah. 

Untuk itu ,pihaknya berharap agar Pemkab lebih responsif dan lebih cepat dalam menanggapi persoalan di masyarakat. ” Ini kan uangnya ada, persoalannya juga kita tahu, tetapi kenapa tidak bisa cepat merespon masalah ini,”pungkasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Sepuluh Siswa dari Merauke dan Boven Digoel Ikuti Bimbel Masuk Sekolah Kedinasan

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…

49 minutes ago

Golkar Papua Selatan Percepat Konsolidasi Hadapi Pemilu 2029

Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…

2 hours ago

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago