

Timotius Murib ( FOTO: GAMEL /CEPOS)
JAYAPURA – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib menyampaikan bahwa Papua sudah lama menolak peredaran minuman keras. Alkohol selama ini sudah banyak merenggut nyawa orang Papua dari berbagai usia sehingga dengan jumlah penduduk yang masih sedikit jangan lagi miras menambah sulit keadaan. “Kami tidak pernah kompromi dengan yang namanya minuman keras ini. Kami mencatat generasi Papua perlahan – lahan semakin sedikit, mereka banyak yang mati akibat miras,” kata Timotius Murib menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Tanah Hitam belum lama ini.
Ia menyebut bahwa saat ini covid juga banyak mengambil nyawa manusia namun ini baru menjadi pandemi dan ancamannya baru dua tahun terakhir sedangkan untuk miras sendiri sudah berjalan puluhan tahun lalu hingga sekarang. “Itu kami anggap sebagai kincingnya iblis, hanya merugikan dan tak ada manfaatnya sama sekali sehingga tak ada alasan untuk kincing iblis ini tetap di Papua,” tambahnya. Disinggung bahwa Tuhan menciptakan surga dan neraka tinggal manusianya memilih sama seperti minuman keras kembali ke manusianya, kata Ketua MRP, hal tersebut benar adanya namun pemerintah bisa hadir karena ada rakyatnya dan saat ini rakyatnya perlahan – lahan mati satu – satu.
“Kalau rakyat menolak mengapa pemerintah tidak mengikuti, bukannya pemerintah ada karena ada rakyat dan kalau masih tetap miras masuk ke Papua artinya ini seperti mengabaikan apa yang diinginkan masyarakat. Pertanyaan lain, miras masuk ke Papua ini untuk kepentingan siapa? Masyarakat atau pemodal,” sindirnya. (ade)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…