

Ratusan masyarakat suku Lapago dan Mepago demo di Lapangan Upacara Kantor Bupati, menuntut kalimat rasisme yang dilontarkan terhadap Bupati Jayapura, Rabu (31/12). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Ratusan masyarakat dari suku Lapago dan Mepago menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan Kantor Bupati Jayapura, Rabu (31/12).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan pernyataan bernuansa rasis yang disampaikan oleh oknum kepala kampung di Kabupaten Jayapura.
Dalam aksi tersebut, para pendemo menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah bersikap tegas terhadap segala bentuk rasisme yang dinilai dapat memecah persatuan masyarakat di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Jayapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, yang menemui langsung massa aksi demo, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan diteruskan kepada Bupati Jayapura untuk ditindaklanjuti.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini kami terima dan akan kami sampaikan kepada Bupati Jayapura. Jika saya berada di posisi saudara-saudara, saya juga akan merasakan hal yang sama,” ujarnya di hadapan massa, Rabu (31/12).
Ia menegaskan bahwa rasisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di atas tanah Indonesia, khususnya di Tanah Tabi. Menurutnya, aksi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak agar menjaga persatuan dan saling menghormati.
“Kami berterima kasih karena aksi ini telah mengingatkan kita semua bahwa rasis tidak boleh bertumbuh di atas tanah yang kita cintai ini. Pemerintah akan menyiapkan regulasi untuk melindungi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Menjelang tahun baru, Yusuf juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayapura terpilih, Yunus Wonda dan Haris R. Yocku, dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah tersebut.
Page: 1 2
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…