Sementara itu, Ketua Wilayah Adat Lapago Provinsi Papua, Agus Rawa Kogoya, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk tuntutan keadilan atas tindakan rasisme yang terjadi di Kabupaten Jayapura.
“Demo ini adalah hal yang wajar. Bupati dan Wakil Bupati dipilih untuk membangun Kabupaten Jayapura. Jangan ada oknum yang memprovokasi dengan isu rasis. Saya mengimbau ondoafi dan ondofolo di Kabupaten Jayapura untuk tidak mendukung tindakan rasis dalam bentuk apa pun,” katanya.
Ia juga menegaskan dukungan masyarakat adat terhadap pemerintah daerah, dengan catatan bahwa oknum yang diduga menyebarkan pernyataan rasis harus diproses sesuai hukum.
“Kami sudah menyampaikan beberapa poin tuntutan, salah satunya agar oknum yang menyebabkan kekacauan dengan penyebutan rasis ditindaklanjuti secara hukum. Jangan ada lagi rasis di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.
Agus menegaskan, apabila kejadian serupa kembali terulang dan tidak ditindak secara tegas, pihaknya akan mengambil langkah yang lebih keras. Ia juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Jayapura fokus membangun daerah dan menjaga persatuan seluruh masyarakat. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Provinsi Papua resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum…
Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, berharap rumah singgah yang telah didorong…
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura menilai peluang kerja di Kabupaten Jayapura sebenarnya cukup…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan melalui Kasat Binmas AKP Yonias Purwanto mengatakan, kegiatan pembersihan…
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Muchlis Karim, yang hadir…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengakui pengelolaan dan perawatan GOR Toware di…