Sementara itu, Ketua Wilayah Adat Lapago Provinsi Papua, Agus Rawa Kogoya, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk tuntutan keadilan atas tindakan rasisme yang terjadi di Kabupaten Jayapura.
“Demo ini adalah hal yang wajar. Bupati dan Wakil Bupati dipilih untuk membangun Kabupaten Jayapura. Jangan ada oknum yang memprovokasi dengan isu rasis. Saya mengimbau ondoafi dan ondofolo di Kabupaten Jayapura untuk tidak mendukung tindakan rasis dalam bentuk apa pun,” katanya.
Ia juga menegaskan dukungan masyarakat adat terhadap pemerintah daerah, dengan catatan bahwa oknum yang diduga menyebarkan pernyataan rasis harus diproses sesuai hukum.
“Kami sudah menyampaikan beberapa poin tuntutan, salah satunya agar oknum yang menyebabkan kekacauan dengan penyebutan rasis ditindaklanjuti secara hukum. Jangan ada lagi rasis di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.
Agus menegaskan, apabila kejadian serupa kembali terulang dan tidak ditindak secara tegas, pihaknya akan mengambil langkah yang lebih keras. Ia juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Jayapura fokus membangun daerah dan menjaga persatuan seluruh masyarakat. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kembali mengingatkan masyarakat supaya waspada terhadap bahaya bahan…
Namun, dari total 64 klub peserta yang tersebar di 16 grup, baru tiga tim yang…
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…