“melalui aplikasi smile malaria ini baik dari dinas kesehatan provinsi, kabupaten bahkan kementrian kesehatan bisa memonitoring logistic malaria sampai di puskesmas dan mereka juga bisa melihat stok dari puskesmas maupun rumah sakit serta juga pendistribusiannya kemana saja,”ungkapnya saat ditemui di hotel grand sartika Wamena usai traning dan testing smile malaria selasa (24/10)
Deslina berharap setelah peserta dilatih maka aplikasi ini bisa berjalan atau digunakan untuk memantau logistic malaria baik untuk puskesmas maupun rumah sakit di provinsi dan kabupaten, saat ini peserta yang datang hanya dari 5 kabupaten sebab ini juga menyangkut masalah pendanaan, sehingga ilmu yang btelah didapatkan bisa diteruskan kepada yang lein di wilayah kerja masing –masing. (jo)
Page: 1 2
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…