Categories: PEGUNUNGAN

Musyawarah Calon Anggota MRP Diwarnai Aksi Demo dari Mama-mama

Minta Musyawarah Dibatalkan dan Mengakomodir Berkas Mereka

  WAMENA–Musyawarah para calon anggota MRP yang telah dinyatakan lolos verifikasi berkas, khususnya dari unsur perempuan dan adat, diwarnai aksi demo dari 22 mama-mama Papua yang mengaku berkasnya tidak diakomodir, Senin, (22/5), kemarin.

   Mereka meminta agar musyawarah tersebut dibatalkan untuk mengakomodir nama-nama mereka. Ketua Timsel Calon Anggota MRP Kabupaten Jayawijaya, Dr. Lukas W Kosay, SE, MSi menegaskan, tidak bisa lagi mengakomodir mereka, karena waktu sudah berjalan.

“Kita akan minta waktu ke provinsi lagi, kalau dari provinsi kasih tambahan waktu, maka berkas mereka akan dievaluasi, karena masih ada 3 tahapan yang harus dilalui calon anggota MRP, mereka bisa diakomodir itu tergantung provinsi,”jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada penetapan calon anggota MRP oleh Gubernur Papua Pegunungan. Yang dilakukan itu, hanya sebatas musyawarah dari para calon yang telah dinyatakan lolos verifikasi berkas, khususnya dari unsur perempuan dan adat.

    “Penetapan belum bisa dilakukan, kita hanya lakukan musyawarah untuk menginput seluruh usulan calon sementara yang dibuka secara transparan, bukan Timsel yang menentukan nama –nama yang akan dibawa ke Provinsi Papua Pegunungan, namun peserta sendiri yang menentukan perwakilannya dari unsur perempuan dan unsur adat di Jayawijaya,”ungkapnya Senin (22/5) kemarin

Sementara dari pendaftaran yang dibuka beberapa waktu lalu, yang mendaftar dari unsur perempuan sebanyak 32 orang, sedangkan dari adat 37 orang, data ini yang diverifikasi lagi dan untuk adat 21orang, sedangkan perempuan 18 orang.

“Kita akan lihat lagi untuk menentukan 10 besar, di mana dari perempuan yang nantinya diajukan ke provinsi 6 orang dan adat 9 orang, nanti provinsi yang akan melakukan penetapan,”jelas Lukas Kosay.

Kata Lukas, dari jumlah 15 orang untuk unsur adat dan perempuan ini nantinya akan dilanjutkan ke provinsi dan ditentukan oleh Gubernur Papua Pegunungan, kuota untuk Jayawijaya sendiri 6 kursi, dari adat 3 orang, perempuan 2 orang dan agama 1 orang.

“Hanya 6 kursi untuk Kabupaten Jayawijaya, karena itu dalam waktu dekat ini kita akan bawa hasil seleksi ini ke Pemprov Papua Pegunungan,”bebernya.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENAMRP

Recent Posts

Kru Pesta Babi Minta Publik Tak Dihakimi Mama Yasinta

Tim Kolaborasi Pesta Babi menegaskan, Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat…

2 hours ago

Geruduk Masuk, di Hadapan Gubernur Sekelompok Pemuda Teriak Tolak PSN

Dengan lantang, para pemuda ini meneriakkan slogan “Tolak PSN, Papua Bukan Tanah Kosong”. Seruan tersebut…

3 hours ago

ABR Kembali Pimpin Golkar Kota Jayapura, Target Pertahankan Palu DPRK

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan target…

5 hours ago

Di Jayapura, Ribuan Masyarakat Antusias Hadiri Diskusi Publik Tentang PSN

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Kepala Komnas HAM Papua…

9 hours ago

Bom Peninggalan Perang Meledak, Lima Orang Tewas

Menurut warga, kekuatan ledakan yang terjadi di pinggiran pantai ini terbilang sangat masif. Detik-detik mencekam…

15 hours ago

Pemkot Jayapura Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI

Pemerintah Kota Jayapura kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan meraih Opini Wajar…

16 hours ago