

IPMAMI gelar unjuk rasa di lobi gedung A Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika Senin (13/1) lalu. (FOTO:Moh. Wahyu Welerubun/Cenderawasih Pos)
MIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Elias Mirip, menekankan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP).
Hal ini disampaikan Elias menyusul adanya aksi yang digelar oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) yang menuntut Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika tentang transparansi pengelolaan data penerima beasiswa dengan anggaran yang bersumber dari dana Otsus.
Menurut Elias, demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa terkait isu pendidikan seharusnya tidak perlu terjadi jika pemerintah daerah proaktif dalam menangani permasalahan pendidikan. Apalagi, hal tersebut menyangkut masa depan anak-anak OAP di Kabupaten Mimika.
“Saya rasa soal pendidikan Mimika itu tidak perlu ada demo-demo. Tanpa demo, pemerintah harus turun tangan, terutama untuk Orang Asli Papua. Kalau kita bicara pendidikan dan SDM terkait dengan anak-anak Mimika, seharusnya mereka tidak perlu demo-demo,” kata Elias saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (16/1) kemarin.
Menurut Elias, dengan perhatian serta tindakan nyata dari pemerintah daerah, diharapkan permasalahan pendidikan di Mimika dapat segera teratasi, sehingga generasi muda Papua dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
Elias menyoroti bahwa dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang besar, serta alokasi dana Otsus, seharusnya tidak ada masalah dalam pembiayaan pendidikan, termasuk beasiswa dan fasilitas asrama bagi mahasiswa.
“APBD kecil di daerah pegunungan aman-aman saja, kenapa di Mimika ada demo-demo? Pemda Mimika harus koreksi diri. Kalau ada demo, bukan hanya Pemda yang malu, DPR juga malu,” ucapnya.
Elias berharap, pemerintah daerah memprioritaskan pemberian beasiswa kepada anak-anak dari dua suku dan tujuh suku kekerabatan lainnya, sehingga tidak ada lagi demonstrasi terkait pendidikan.
Elias juga meminta Penjabat Bupati Mimika saat ini untuk memperbaiki dan meluruskan kebijakan pendidikan sesuai dengan aturan yang berlaku, mengingat pendidikan adalah prioritas utama.
“Di Mimika kita ada dua sumber pembiayaan, dari PT Freeport melalui YPMAK dan Pemda (Pemerintah Daerah-red). Ini juga jangan tumpang tindih, harus sama-sama,” pungkasnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…