

Upacara Peringatan Hardiknas yang dipusatkan di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Jumat, (13/5), kemarin. (FOTO: Denny/ Cepos )
Untuk Dimasukkan dalam Kurikulum Sekolah
WAMENA—Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya secara resmi meluncurkan (launching) Pendidikan Bahasa Daerah yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah pada tahun ajaran 2023 nanti, Jumat, (13/5), kemarin.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, launching maka Bahasa Daerah Jayawijy akan mulai diajarkan pada tahun ajaran baru 2023.
Tahun ini, pemerintah melalui Dinas Pendidikan telah melakukan pengadaan buku karena ini sangat penting menjaga kearifan lokal budaya di Jayawijaya.
“Untuk pengadaan buku ini sudah ada di Dinas Pendidikan, sementara tenaga guru, kemarin sudah banyak guru -guru kontrak yang diangkat, mereka bisa membantu proses mengajar nanti,” ungkapnya, Jumat (13/5), kemarin.
Menurutnya, pendidikan bahasa daerah ini akan dimulai dari tingkat sekolah yakni PAUD, TK, SD dan SMP, untuk tingkat PAUD dan TK, teknisnya nanti dari dinas yang akan siapkan, oleh karena itu, ada pengadaan buku yang bisa digunakan sebagai penunjang teknis pelaksanannya di lapangan.
“Untuk buku ini tidak ada penulis yang secara khusus, ini hanya hasil koordinasi dengan tokoh -tokoh yang selama ini peduli pendidikan dan melestarikan bahasa daerah, sehingga tidak punah seperti daerah lain,” jelasnya.
Jhon Banua juga menyatakan, peran guru sangat berpengaruh bagi kualitas pendidikan, meskipun beberapa waktu lalu, Jayawijaya kekurangan tenaga guru, namun bisa disiasati dengan mengangkat guru kontrak untuk mengisi kekurangan itu, namun guru ASN harus menggunakan perannya yang baik dalam membangun pendidikan.
“Jangan karena ada tambahan guru kontrak maka guru yang berstatus ASN tidak mengajar atau melakukan tugasnya dengan baik,”katanya.
Sementara itu, upacara Hardiknas dipusatkan di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan dikuti pada guru dan siswa dengan menggunakan pakian adat dari masing -masing daerah asal. (jo/tho)
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…