Categories: PEGUNUNGAN

Jelang Buka Puasa, “Berburu” Takjil di depan Mall Wamena

Masyarakat di Wamena yang mengunjungi wisata Kuliner Takjil di halaman Mall Wamena yang diselenggarakan oleh koperasi KKSS, Rabu (8/5).( FOTO : Denny/Cepos )

WAMENA- Selama Ramadan 2019 ini, pengelola Mall Wamena yang baru ditunjuk oleh pemerintah daera,  menyediakan tempat khusus bagi pedagang kecil memperjualbelikan makanan dan minuman di halaman Mall Wamena.  Tak heran, untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa masyarakat Wamena sering kali melakukan wisata Kuliner dengan “berburu” atau membeli Takjil di tempat ini.

  Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jayawijaya Rudy Hartono mengaku menyiapkan tempat -tempat bagi masyarakat yang ingin berjualan di halaman Mall Wamena, sehingga dibuatkan tenda yang layak dan ditata dengan baik.

  “Ini tujuannya untuk meningkatkan perekonomian dari pedagang kecil di Wamena, untuk dikumpulkan jadi satu, kemudian masyarakat yang menunggu waktu buka puasa juga bisa melakukan wisata kuliner disitu sambil mencari takjil untuk berbuka puasa,”ungkapnya kepada Cenderawasih pos Rabu (8/5) kemarin.

  Menurutnya, masyarakat yang datang mengunjungi wisata Kuliner ini juga mendapat kepuasan dan terlayani dengan baik, sehingga antusias masyarakat selama 3 hari sejak dibukanya wisata Kuliner takjil ini sangat tinggi.

  “Kita juga berharap kepada pedagang kecil yang berjualan di halaman Mall Wamena menjaga keamanan, kebersihan dan higienitas dari makanan tersebut, kemudian yang terpenting peningkatan perekonomian keluarga selama bulan Ramadhan ini,”jelas Rudy.

  Animo pedagang yang berjualan, Kata Rudy Hartono, sebenarnya yang disiapkan oleh pihaknya itu hanya 30 pedagang tetapi karena banyak masyarakat yang datang maka kini sudah mencapai 60 pedagang, dan masyarakat yang datang juga bisa mengisi waktunya dengan berjalan-jalan serta mencari tajlil yang diinginkan dalam wisata Kuliner ini.

   Ketua KKSS Jayawijaya juga mengimbau semua masyarakat  agar bisa menjaga toleransi antara umat beragama. Hal ini tercermin di Kabupaten Jayawijaya dengan banyaknya aktifitas yang berbeda, serta banyaknya suku, golongan, agama yang berbeda, bisa menjadi contoh toleransi umat beragama yang baik.

  “Pemerintah Jayawijaya sudah mendapatkan penghargaan untuk pembinaan toleransi umat beragama yang baik di Jayawijaya, hal ini karena  kerukunan yang terjalin dengan baik,”beber Rudy. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

4 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

5 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

6 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

7 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

8 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

9 hours ago