Categories: MERAUKE

Kasus Pelanggaran Prajurit TNI AD Cenderung Meningkat

Didominasi Disersi

MERAUKE – Jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Darat di wilayah Papua Selatan cenderung mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah prajurit TNI AD yang bertugas di Papua Selatan.

‘’Memang sementara ini ada peningkatan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum TNI AD, khususnya untuk tindak pidana biasa yakni disersi yang terjadi dilingkungan meliter yang mungkin terjadi karena ketidaksiapan dari personel TNI AD tersebut sebagai prajurit,’’ kata Komandan Detasemen Polisi Meliter XVII/3 Merauke Letnan Kolonel Cpm Aries Mansyahroni ditemui media ini disela-sela syukuran HUT ke-79 Korps Polisi Meliter TNI Angkatan Darat, Senin (23/6/2025).

Dandenpom Letkol Aries Mansyahroni menjelaskan bahwa pelanggaran yang terjadi tersebut kemungkinan ditimbulkan berbagai masalah diantaranya masalah keluarga, masalah keuangan atau ekonomi dan masalah perempuan yang berujung pada disersi.

‘’Sejak awal Januari 2025 sampai di bulan Juni ini, kami telah menangani 16 kasus pelanggaran yang dilakukan oknum TNI AD. Sebagian besar dari kasus ini adalah disersi. Diantara 16 kasus itu, sebagian sudah diselesaikan, ada yang masih dalam proses dan ada pula yang baru dilaporkan,’’ tandasnya.

Dandenpom Aries Mansyahroni memastikan, setiap prajurit TNI AD yang melakukan pelanggaran, pihaknya pasti akan proses sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Karena itu, ia meminta kepada seluruh prajurit yang sudah disumpah janji untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

1 day ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

1 day ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

1 day ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

1 day ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

1 day ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

1 day ago